sarikata

ketika sang waktu tidak lagi bersahabat, gunakan hati untuk bermain dengan hari
Showing posts with label janji. Show all posts
Showing posts with label janji. Show all posts

25 May 2015

Cinta yang Terluka



Hal yang terindah dalam cinta adalah dicintai oleh orang yang engkau cintai. Dan bila kau sudah mendapatkannya, jangan sekali-sekali mengecewakannya atau penyesalan yang akan kau rasakan saat hatinya tidak ada lagi untukmu

Dia hanya bisa terdiam dan termenung berserta berjuta pertanyaan dalam hati tentang sinar yang datang dan menerangi hatinya, walaupun sinar itu perlahan telah pergi

Seringkali kau sakiti hatinya, seringkali juga kau membuatnya kecewa
Engkau telah ingkari janji yang telah kau ucapkan, begitu banyak kebohongan yang telah kau ungkapkan

Mungkin dia memang bukan makhluk yang sempurna
Namun kabutpun perlahan mulai menghitam, perlahan pandanganpun lenyap
Cinta itu telah tenggelam, bahkan panas mataharipun tidak lagi terasa

03 November 2014

Hati dan Lidah



“Tidak ada sebaik-baiknya daging dan bagian daging yang terbaik adalah lidah dan hati. Sebaliknya juga, tidak ada bagian terburuk dari daging kecuali lidah dan hati kalau dibuat untuk keburukan”

Dan ketika muncul pertanyaan, bagaimana dan seperti apakah hati itu? Apakah hati itu memiliki kemurnian dan kesamaan seperti ucapannya? Maka tebarkanlah garam dan cuka kepadanya…

Yang tahu isi hati dan kesungguhan hati seseorang adalah orang itu sendiri dan Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam QS At-Taghaabun:4. Terus bagaimana untuk mengetahui hal yang sebenarnya dari isi hati seseorang? Kadang kita sering tertipu dengan sikap dan tutur lembut, yang kemudian dibelakangnya ternyata tidak sesuai harapan kita.

Kesungguhan hati itu akan terlihat saat dia berada pada posisi yang sangat tidak menyenangkan bagi pemilik hati tersebut. Kita akan lihat keluasan dan kesungguhan hatinya, bila dalam kondisi apapun dia tetap pada janji atau ucapannya.

Lidah juga sebagai alat untuk melihat kesungguhan hati itu, karena lidah laksana pisau yang sanggup mencabik dan melukai hati tersebut. Hati memang akan terluka oleh cabikan lidah kita, namun bila memang dia sungguh-sungguh atas segala ucapan dan janjinya, maka hati tersebut akan bisa meredam rasa sakit itu dan mewujudkan apa yang sudah menjadi janji dan ucapannya.

Karena dalam diri kita ada segenggam daging, dimana bila daging itu baik maka baiklah seluruh bagian daging di dalam tubuh itu. Dan bila daging itu buruk dan rusak, maka akan rusaklah seluruh bagian daging di dalam tibuh tersebut. Segenggam daging itulah yang kita sebut hati.

Ibarat air, tuangkan air putih pada sebuah gelas dan kasih sesendok garam dan bagaimana rasanya? Air yang seharusnya menyegarkan, rasanya berubah menjadi asin seperti garam. Namun bagaimanakah jika air itu ada disebuah telaga dan kita taburkan segenggam garam, kemudian ambil air telaga itu dan rasakan. Apakah rasanya? Tentu rasanya akan tetap segar… begitulah hati.

Disaat ada kesungguhan didalamnya, maka akan ada keluasan dan kelapangan di ruang hatinya. Hati yang seperti ini akan sanggup menghadapi hal yang sangat beraat sekalipun dan tidak sesaat itu dia melepaskan atau merubah apa yang sudah menjadi tujuannya. 

Hati yang seluas telaga tidak akan ada rasa takut atau mudah terpengaruh atas lingkungannya. Karena dia bergerak berdasarkan keyakinannya, setiap langkahnya sudah memiliki dasar dan setiap ucapannya adalah hal yang benar atas keyakinannya. Dia akan bisa menerima realita terburuk dari sebuah kenyataan kehidupan.

11 September 2013

Belajar tentang Janji



Janji, apakah arti sebuah janji? Seperti apakah janji itu sendiri? Kenapa harus ada janji? Bagaimana wujud janji itu sendiri?

Secara umum sebenarnya janji adalah perwujudan atas ketidak mampuan atas diri seseorang atau manusia. Yang artinya sebenarnya janji itu tidak akan ada bila seandainya kita mampu melakukannya pada saat itu, namun karena tidak mampu melakukanya maka kita berjanji yang sesungguhnya kita akan mampu melakukanya pada saat atau situasi atau waktu tertentu.

Janji juga bisa menjadi tolok ukur kualitas kepribadian seseorang akan sebuah komiitmen, apakah  kita ini termasuk golongan pribadi-pribadi yang amanah dan bisa dipercaya. Karena janji itu sendiri sangat memiliki makna terhadap sebuah perlindungan, kepercayaan, pengharapan, dan pengingkaran.

Allah-pun pernah memperingatkan Nabi Adam AS atas sebuah janji seperti yang tercantum dalam QS. Thaha:115, yang maknanya ”Dan sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, lalu ia lupa akan janji itu dan tidak didapatinya kemauan yang kuat ”

Janji memang kelihatan sepele dan sangat sering atau mudah kita dengar atau terucapkan, namun sebenarnya janji bukanlah hal yang kecil. Karena janji adalah suatu pengikatan diri kita akan suatu hal dan bilamana janji ini tidak bisa kita tepati, maka janji ini akan bisa mengecewakan bahkan menyakiti pribadi yang kita janjikan dan juga akan menurunkan nilai atau kualitas pribadi kita dari pribadi yang kita kecewakan.

Kebanyakan orang berpikir janji adalah sesuatu yg sangat sakral dan sangat berharga, karena di balik sebuah janji ada sebuah pengharapan yang harus ditepati. Namun tidak sedikit pula orang yang memaknai sebuah janji adalah sebuah penundaan, yang ujung-ujungnya akan berakhir ke pengingkaran sebuah janji. Jadi bilamana kita tidak bisa menepati sebuah  janji, lebih baik janji itu tidak terucap.. karena hanya menjadikan sebuah harapan kosong yang tidak bermakna dan menyakitkan.

Rasulullah pernah bersabda, ”Barang siapa percaya kepada Allah dan hari akhir, hendaknya mengatakan yang baik-baik atau lebih baik diam” dan di hadist lainnya juga disebutkan “Tidak beriman orang yang tidak memegang amanah dan tidak ada agama orang yang tidak menepati janji”

Naudzubillah min dzalik, semoga kita tidak di dalam golongan orang-orang yang tidak bisa memegang janji dan apalagi bila kita diberikan sebuah kepercayaan/amanah sebagai seorang pemimpin. Karena disebutkan juga dalam QS. Al-Isra: 34 yang berbunyi, “Tepatilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.”

Janji…
Janji adalah sebuah pengharapan
Janji adalah sebuah amanah
Janji adalah sebuah komitmen